April 27, 2009

Cukup Hari Ini

Ini pengalaman beberapa tahun yang lalu, tahun 2006. Tanggal dan harinya tidak aku ingat dengan pasti, tapi yang jelas ketika aku masih di Jakarta.

...
Malam telah menunjukkan pukul 20.35 ketika bus jurusan blok M - Kalideres merapat di halte dekat Ciputra Mall.
Sepasang pengamen, pria dan wanita yang masih sangat muda, mungkin sekitar 20 th-an duduk tepat dibelakangku setelah penumpang sebelumnya turun. Apakah mereka suami istri atau sepasang kekasih aku tidak tahu, namun mereka tampaknya bukan saudara. Wajah mereka tidak menyiratkan kemiripan.
Selembar ribuan telah beralih dari kantongku ke topi mereka. Cukup banyak lagu telah mengalun di sepanjang tol dalam kota. Aku akui suara mereka lumayan merdu, tidak mendayu dayu, cukup nyaring dan tegas. Seribu cukup pantas bagi mereka

Dalam kantukku, terlintas percakapan keduanya.
"Berapa kita peroleh hari ini?" tanya si pemuda
"Enam puluh ribuan"
"Sekarang kita cari bus pulang saja, istirahat. SUDAH CUKUP hari ini!" sahut pemuda lagi

Plak!! Sebuah tamparan telak menimpa wajahku.
"SUDAH CUKUP HARI INI!!!"
Ungkapan yang tak pernah terlintas dibenakku waktu itu, meluncur dengan sangat lancar dari pengamen, yang "hanya" mendapatkan 60 ribu, hasil jerih payah mengamen seharian. 30 ribu seorang...


Setiba dirumah, aku segera masuk ke kamar, dan dalam tunduk dan linang air mata, aku memohon:
Ampuni aku Tuhan, betapa aku tidak pernah bersyukur atas semua limpahan kasihMu.
Terima kasih atas pelajaran yang Kau berikan lewat kedua pengamen tadi.
Ajari aku selalu bersyukur atas rejeki, seberapa pun itu...
Ajari aku Tuhan untuk melepas keinginan dagingku, agar aku bisa berkata "sudah cukup hari ini"

Malam itu, terlintas jelas nasehat almarhum Bapak, "Rejeki, sakpira wae ojo ditolak... Sing gedhe kuwi asale seko sing cilik"
(rejeki, seberapapun besarnya jangan ditolak.. yang besar itu berasal dari yang kecil)

Beberapa kali cerita ini telah aku share-kan ke sahabat-sahabatku, dengan tambahan pesan "Ingatkan aku jika kurang bersyukur yach.."

Sekarang aku share di tempat ini, dengan pesan yang sama....
"Ingatkan aku jika kurang bersyukur, masih menggerutu, dan masih iri atas nikmat orang lain"

Pare-Pare
April 09

5 comments:

  1. yup bro..
    akan aku ingatkan...

    tp jangan bersyukur dulu kalau utang kita belum dibalikin hihihi

    ReplyDelete
  2. @afdhal...
    Syukur masih bisa memberi pinjaman ....
    he..he..he..

    ReplyDelete
  3. bersukur lho dab msh bisa sering travelling :)

    ReplyDelete
  4. hei, tulisan yang inspiring sekali.
    bakat menulis juga ya

    salam kenal

    ReplyDelete
  5. @ imelda:
    terima kasih .... br belajar nulis neh.. masih harus banyak belajar

    ReplyDelete

Note: Only a member of this blog may post a comment.